Pekon Lugusari menjadi salah satu yang menaruh perhatian dalam permasalahan kenakalan remaja di masyarakat.  Melalui Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)  dengan melakukan kolaborasi dengan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Karuna, berupaya menciptakan aktivitas positif di setiap wilayah untuk meminimalisir terjadinya kenakalan remaja. Berangkat dari hal tersebut, maka dari itu Pekon Lugusari menyelenggarakan Sosialisasi Strategi Pencegahan Kenakalan Remaja Bagi Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Hari Selasa, tanggal 01 September 2026, di Balai Pekon Lugusari Dengan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan menemukan strategi yang efektif dalam mencegah kenakalan remaja, kegiatan ini turut mengundang Pj Kepala Pekon Lugusari berserta seluruh perangkat Pekon, Kadus, Kader PKK dan Kader PATBM.

Turut juga mengundang Pemateri Rochmad Apriyanto, SP, MM dan Ario Aprinus, SE yang pada kesempatan kali ini menyampaikan materi tentang Kenakalan Remaja, Banyak bentuk kenakalan remaja yang muncul di masyarakat, seperti kegiatan merokok, berkumpul tanpa adanya tujuan, berkelahi, Bulliying, Sexs Bebas hingga penyalahgunaan Narkoba. Permasalahan terkait kenakalan remaja yang demikian menjadi perhatian dari berbagai pihak. Mengingat dampak yang ditimbulkan bukan hanya dirasakan oleh pihak keluarga, tetapi juga masyarakat secara luas. Berbagai upaya telah banyak dilakukan guna mencegah serta mengatasi kenakalan remaja di lingkungan Pendidikan dan lingkungan masyarakat.

Adapun Pemicu Kenakalan Remaja Yaitu:

1.Kurangnya pengawasan dan komunikasi intensif antara orang tua dan anak.

2.Lingkungan pergaulan yang mengagungkan kekerasan atau penyalahgunaan zat.

3.Paparan konten negatif di media sosial yang tidak terfilter.

Dengan adanya peningkatan Kapasitas tersebut, diharapkan para kader  mampu menjadi pelopor sekaligus penggerak perlindungan anak di wilayah masing-masing.Salah satu langkah nyata adalah memperkuat kapasitas para kader agar semakin mampu menjadi pelopor dalam upaya perlindungan anak di tingkat desa.

Mari kita bangun kesadaran bersama bahwa setiap anak berhak tumbuh dan berkembang secara optimal serta mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah.

 

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin.
CAPTCHA Image